Sunday, March 29, 2015

Review Where The Mountain Meets The Moon by Grace Lin || Terkadang Jawaban yang Kau Cari itu Begitu Sederhana



Judul Buku: Where the Mountain Meets the Moon (Tempat Gunung Berjumpa Rembulan)
Pengarang: Grace Lin
Penerjemah: Berliani M. Nugrahani
Bahasa: Indonesia terjemahan
Penerbit: Atria
Tebal Halaman dan ukuran: 266 + vi
Tahun Terbit: 2010
ISBN: 978-979-024-460-3


Pada dahulu kala, hiduplah seorang gadis kecil bernama Minli dengan kedua orang tuanya di kaki gunung yang hitam dan gersang. Desanya suram dan cokelat karena kemiskinan dan kesulitan yang terus melanda. Saking gersangnya, tidak ada satupun tanaman dan binatang yang hidup di gunung itu. Tanahnya kering dan harus selalu dialiri air agar dapat ditanami. Hanya Minli yang tidak suram dan cokelat, rambutnya hitam dan pipinya merah berseri. Ini karena ayahnya selalu menceritakan dongeng-dongeng yang menarik mengenai gunung hitam mereka yang disebut Gunung Nirbuah, hakim harimau yang kejam, serta kakek rembulan yang mengetahui segalanya.

Hingga suatu hari Minli memutuskan untuk merubah peruntungan di desanya. Berbekal tekad dan keinginan yang kuat, berangkatlah Minli meninggalkan rumah dalam perjalanannya mencari kakek rembulan. Perjalanan panjang nan menakjubkan yang merupakan jalinan kisah dari dongeng-dongeng ayahnya serta orang-orang yang ditemui selama pencariannya.

Pertama kali melihat buku ini, saya langsung tertarik pada covernya yang didominasi oleh warna kesukaan saya, biru. Ditambah lagi ornamen berwarna warni khas negeri tirai bambu, serta gambar gadis Cina yang menaiki naga besar berwarna merah. Melihat judulnya, “Where the Mountain Meets the Moon”... sepertinya puitis dan romantis, cocok untuk orang melankolis seperti saya. Sekali pandang saya tidak terlalu yakin kalau ini buku untuk anak-anak, ditambah lagi tidak ada sinopsis untuk menggambarkan isi buku. Tapi ini semakin menambah keinginan saya untuk membaca. Akhirnya, rasa penasaran mengalahkan segalanya dan sah-lah buku ini menjadi milik saya.

Memang tidak salah, buku ini indah, untuk kalangan novel terjemahan anak-anak yang biasanya hanya hitam putih, novel ini semi berwarna. Halaman-halamannya, walaupun tidak semua, dihiasi ornamen cina berwarna biru serta ada beberapa halaman yang dipenuhi gambar full colour. Dengan kertas yang ringan dan ukuran sebesar 20cm x 13cm membuat buku ini nyaman untuk dipegang. Lalu, ukuran huruf yang digunakan cukup besar dan spasi antar baris cukup lebar membuat buku ini enak di mata.

Jalan cerita yang ada mudah dimengerti selayaknya buku anak-anak tanpa makna ganda. Kata-kata dituliskan dan diceritakan secara gamblang sebagaimana adanya membuat buku ini mudah dibaca dan tidak membutuhkan konsentrasi tinggi. Cocok sebagai bacaan ringan sembari minum kopi di sore hari.

Cerita di dalam buku ini adalah kumpulan dongeng-dongeng negeri Cina yang saling terhubung satu sama lainnya. Dengan apiknya, Grace Lin bisa membuat alur cerita yang luwes dan mengalir. Melalui berbagai dongeng di buku ini, digambarkan bahwa setiap hal itu berhubungan, bagaikan diikat benang takdir berwarna merah.

Karakter Minli yang optimis dan senang menolong orang membuatnya bertemu dengan banyak orang dan memahami banyak hal. Tentang gunung Nirbuah yang katanya berasal dari hati seekor naga yang patah hati. Naga yang terlahir dari lukisan. Hakim kejam dengan julukan Hakim Harimau yang mencari kertas kebahagiaan. Hingga Kakek Rembulan yang bertugas untuk mengikat benang takdir manusia.

Akhirnya sangat indah dan membuat saya meneteskan air mata karena perasaan sesal atas kelemahan saya sebagai manusia. Ini adalah rahasia kebahagiaan, jawaban atas pertanyaan Minli kepada Kakek Rembulan tentang cara mengubah peruntungan di desanya. Apakah itu? Silakan cari dan baca novelnya. Cukup menarik jika ingin bacaan yang ringan dan penuh dengan dongeng

Rating:4.5/5


Review Cinder (The Lunar Chronicles, #1) by Merissa Meyer


Title: Cinder (The Lunar Chronicles, #1)
Author: Marissa Meyer
Publication Date: January, 2013
Publisher: Square Fish
Page:387
Language: English
ISBN13: 9781250007209

Humans and androids crowd the raucous streets of New Beijing. A deadly plague ravages the population. From space, a ruthless lunar people watch, waiting to make their move. No one knows that Earth’s fate hinges on one girl.

Cinder, a gifted mechanic, is a cyborg. She’s a second-class citizen with a mysterious past, reviled by her stepmother and blamed for her stepsister’s illness. But when her life becomes intertwined with the handsome Prince Kai’s, she suddenly finds herself at the center of an intergalactic struggle, and a forbidden attraction. Caught between duty and freedom, loyalty and betrayal, she must uncover secrets about her past in order to protect her world’s future. Because there is something unusual about Cinder, something that others would kill for.

This is the first book in the chronicles that gonna end in book four which will be released in USA on November 10th 2015. I bought it in the wimp when I saw it at my local Gramedia bookstore. The truth is I hesitate to choose between this book or The Unbecoming of Mara Dyer by Michelle Hodkin, but Goodreads say that Cinder has way more ratings than Mara Dyer. I'm a sucker for public opinion, so don't judge me....please.








Saturday, March 28, 2015

Review The Girl with Glass Feet by Ali Shaw || Diam Bukan Berarti Bisu


Judul Buku: The Girl with Glass Feet (Gadis dengan Kaki dari Kaca)
Pengarang: Ali Shaw
Bahasa: Indonesia terjemahan
Penerbit: Gramedia
Tebal Halaman: 432
Tahun Terbit: 2011
ISBN: 978-979-2268-676

Seorang pemuda yang serba canggung dan berwarna kelabu tinggal di suatu pulau dingin misterius. Disini terdapat banyak makhluk aneh yang bersayap dan tidak berwarna. Namanya adalah Midas. Seperti layaknya kisah cinta, dia bertemu dengan seorang gadis yang mengubah dunianya jadi jungkir balik. Dialah Ida, gadis ceria yang seakan mencoba mengubah warna kehidupan Midas yang kelabu.
Selama ini, Midas selalu memandang dunia lewat lensa kameranya. Namun sosok Ida terlalu berharga, untuk hanya dipandangi lewat lensa kamera. Belum lagi Ida bukannya datang untuk berlibur. Ida sakit, dia terjangkit penyakit misterius di pulau itu dan datang kembali untuk mencari peyembuhan.
Pelan tapi pasti, Ida berubah. Perlahan badannya berubah menjadi kaca, mulai dari kaki. Dan tidak banyak waktu tersedia untuk kedua sejoli ini, Ida harus segera disembuhkan. Atau semuanya akan berakhir saat hati Ida mulai menjadi kaca.

Buku berwarna biru kehijaun ini langung menarik perhatian saya yang notabene adalah pencinta segala yang berwarna kebiruan. Saat membaca judulnya, ah saya langsung teringat pada Cinderella yang juga memiliki sepatu kaca. Namun, sayangnya gadis di novel ini bukannya memiliki sepatu kaca, namun berkaki kaca! Wah, saya langsung tertarik untuk membeli buku ini. Genre fantasi yang dalam dan kental memang kesukaan saya.

Novel ini memiliki 426 halaman, cukup tebal namun ukurannya tidak terlalu besar sehingga mudah dipegang. Walaupun tidak ada satu titik warnapun yang menghiasi lembar buku ini, tulisan serta spasi antar kalimatnya cukup besar sehingga tidak capek di mata.

Genre novel ini adalah fantasi romantis. Fantasinya tidak seheboh novel fantasi kebanyakan, melainkan fokus di kehidupan dan hubungan antar manusianya. Walaupun tidak ada penjelasan yang memuaskan mengenai sisi fantasi dalam novel ini, cerita mengenai emosi dan sifat dalam karakternya begitu kental sehingga membuat novel ini begitu sarat emosi hingga ke babak akhir.

Novel ini diselesaikan dengan sebuah rahasia yang menurut saya indah dan menyedihkan.
Akhirnya ada suatu perkembangan dan penyelesaian positif untuk sang tokoh utama, walaupun tidak semua kisah berakhir dengan happy ending.

Rating: 4/5

Review The Screaming Staircase (Lockwood & Co., #1) by Jonathan Stroud


Title: The Screaming Staircase (Lockwood & Co., #1)
Author: Jonathan Stroud
Publication Date: January, 2014
Publisher: PT. Gramedia Pustaka Utama
Page: 424
Language: Indonesia
ISBN13: 9786020301365

Setelah gelap, bunyikan lonceng
dan tunggu di luar garis besi.

Actually I had been eying this book for such a long time but never get myself to buy it until a year later. Finally on January this year I bought this book. Well, it's a pretty stunning book with a black cover and the key hole shaped cut. At that time, I really wanted to read something scary because I rarely read horror stories in any shape or form. I'm pretty much a coward for horror. Yes, this is a horror story. Very refreshing and entertaining I might say. Do you see, someone--or something sit on the wooden horse? Shiver on cue. Well the story has nothing to do with that actually, I guess it just for extra creepiness effect.

This book is pretty light, words size and spacing is standard. I trust in Gramedia so it's pretty much safe to say that the book will not lost in translation. There is no color inside, but small illustration decorate each chapter in their representative idea. The book also divided by five parts and glossary at the end, quite useful I might say. The only down side is the cool cut effect on the cover make it so flimsy, it's definitely not so durable. That put aside, the book is my style *wink wink

The story told from first point of view, our female protagonist. Oh yeah, this book is trilogy--maybe. This is the first book in the maybe called trilogy.

Well, what to start?

Characters
Hmm, at first I have difficulty to imagine the characters because there are no description about their age, but Stroud did mention their features, like body shape, face, hair and eyes color. I just didn't know their ages until half of the book, pretty troublesome for me because I like to know and love the characters from the book I have been reading.

There are three main characters from this book; Lucy Carlyle, Anthony Lockwood, and George Cubbins. The story told from Lucy POV. At first I found her bothersome because she is so hot headed and rash but tamed throughout the end of the book.

Anthony is very--careless. He acts based on instincts sometimes rationally but most of the time he is so relaxed like this world mean nothing. I imagined him like little lord from an English aristocratic family. Suave, sly, relaxed, but sometimes really careless and stupid. Interesting combination.

George is the most rational one. He acted based on research and very careful with everything. But he is so dirty and has foul mouth to spice up things between them I guess. He is not in a very good term with Lucy in this first book. Their interaction is very entertaining.

I can't see any characters development that much, but Lucy is more relaxed by the end of this book. I sense she is so tense because actually she just met that two guys, so I think the trust hasn't developed yet at first.

Story
Interesting world and premise. It's not so complex but for me it's fresh and I can follow the story easily, I don't have to wrecked my brain. The world building is actually not very clear, I'm having a little difficulty to imagine what their world look like. Modern or like old English (Sherlock Holmes things)? Beside that I really like the idea.

It's like a ghost buster. Really. Lockwood made a ghost buster agency called Lockwood&Co. and their adventures began form that. They fight and destroy ghosts. There are tension between agencies in England and they fight for domination. Lockwood&Co. is in tight condition because of this one ghost problem and has to terminate ghosts in the most haunted house in England.

The story itself is simple but everything is connected and wrapped beautifully at the end. Their adventure in that most haunted ghost is so creepy and tense. I love it! Oh and don;t forget Stroud sarcasm humor, it still present in this book although not that much (and there is no gennie, ha!).

I just realized this is like Sherlock Holmes in ghost buster edition! This is a good thing for me, very fun haha.

Overall, I really love this book. FIVE GLOWING STARS for The Screaming Staircase.

Friday, March 27, 2015

Review Girl of Nightmares (Anna, #2) by Kendare Blake


Title: Girl of Nightmares (Anna, #2)
Author: Kendare Blake
Publication Date: November, 2014
Publisher: Mizan Fantasy
Page: 400
Language: Indonesian
ISBN13:9786021306048

Anna berdiri di semak-semak di luar rumahku, menatapku. Sorot matanya kosong dan mati, sama sekali hampa dan tak bisa kukenali …. Sementara aku berusaha mengatur napas, selarik darah gelap meleleh dari hidungnya. Aku kembali menatap jendela, setengah menduga ia sudah pergi, setengah berharap dia sudah pergi—tapi ia masih di sana, tak bergerak.

The sequel of Anna Dressed in Blood and a bday gift from my friend. After reading the first one, I still have a little curiosity to read the final book. Although I don't really happy to read this sequel.

This is a typical print from Mizan which is taller than Gramedia print. It's light, typeface, font size, and spacing is fine. The cover--well it's not my auto buy cover (yes I judge a book by it's cover, don't judge me!), but pretty and scary enough. We can see Anna's face peeking through in this book cover. Like the previous book, there are no illustrations of color inside but there are blood-like ornament on each even pages.

Characters
I didn't find any character development from Cas or the reason why he is so special. About the family history or this whole supernatural aspect are still not well explained in this book. Or maybe there are explanations but it didn't catch my mind to absorb it.

Anna only has scenes toward the end of the book, she has many haunting appearance throughout the book though. She is fine...nothing extra ordinary...I think.

Camel and Thomas have a little conflict in the middle but, not an impact to the whole story. They are fine.

Story
Hmm. For me it's just random stuffs added to fill the gap that the author want to be. So this book definitely less interesting than the first book.

This book didn't has impact or whatever to me. My reluctance to read this series make my review very subjective and not neutral. Sorry. But I really didn't want to sugar coating and digging stuff that I don't want to care anymore. Thank you

Overall I give it 3 stars.

Review Anna Dressed in Blood (Anna, #1) by Kendare Blake


Title: Anna Dressed in Blood (Anna, #1)
Author: Kendare Blake
Publication Date: October, 2014
Publisher: Mizan Fantasy
Page:384
Language: Indonesia
ISBN13: 9786021606995
 

... kakinya terseret dengan cara yang mengerikan.
Rambutnya hitam pekat, bergerak di udara seakan terapung ...
gaunnya... basah dan merah ... aku bisa mendengar gerakannya berdesir di udara...
Dan, kini, Anna berdiri di atasku, laksana Dewi Kematian, dengan bibir hitam dan tangan dingin.

Well, I decided to buy this book because of a booktuber review on Youtube. Actually she didn't do full review, just a statement that this book is amazing. I checked it on GR and the premise sound fun. A ghost buster who fall in love with a ghost, interesting right? The rating is not bad either, 3.9. So after found out that there is an Indonesian edition that is way cheaper than the original edition, I just bought it immediately.


Thursday, March 26, 2015

Review The Winner's Curse by Marie Rutkoski


Title: The Winner's Curse
Author: Marie Rutkoski
Publication Date: 3rd March, 2015
Publisher: Square Fish
Page: 384
Language: English
ISBN: 1250056977 (ISBN13: 9781250056979)


Well, finally the book I ordered from bookdepository.com arrived after waited for 20 days.
Mint condition and great cover anyway, I read it as soon as possible.

Well, finished it in a day and...well I'm a bit..bit disappointed. I just not attached to the book. I don't love the characters, yet. And I don't really like the politic war thingie in any form or shape. It's ugly and all about betrayal, lie, self sacrifice.
But, this is really a good book. It has logic and strong characters. Just not really my cup of tea.

Afterthought and questions (may contain spoilers).

What: A country colonized by another country. They made the colonized country people slaves. A daughter from the General fall in love with a slave.
Okay, from what i read, i don't really get why she fall in love with the slave. what make the slave outstanding? I don't really believe this part. And why she bought that slave? Because she has sympathy for the Herrani? Maybe. Why she fell in love with him? I don't get this part, did I miss it?

Who: Kastrel and Arin... Me not believing them, making it hard to believe the story. Sigh.

Why: Because of war? Valorian love to war, battle, and winning. Herrani called them wild creatures.
Yes, but how could they not realized Arin make weapons and distributes them through the city? It's a large sum of weapons i guess. How could nobody suspect it? Kastrel is stupid too. She knows Arin clever and whatever, how could she... what so good about him that she want to protect him? If I am her, I will not give a shit to Arin.

When: Somewhen in alternate universe.

Where: Valoria and Herran. Some place fictive. The world building... I don't know, I just imagined Herran somewhat like prince of persia setting. It's unclear. Or maybe I miss it.

How: That is the question. What is their bound. What make Kastrel believe and care for Arin. Arin supposed to seduced Kastrel, not? He needs access and information for his people rebellion. But he did nothing. What so good about him?? Oh my god Kastrel T__T
In my opinion, he should sacrifice something for her, so she undoubtedly feel something for him. But no. Why should Kastrel do the sacrifice? And in the end get betrayed. Silly.
Why Kastrel sacrifice herself and throw herself in that kind of war and game? Yes her father is a general, but didn't mean she has to please him to that extend. Because she feel sorry for the Herrani, feel guilty, sympathy, sorry? But I don't feel it from her. Because she love Arin so very much? But why??? I feel all are half-hearted and unbelievable. :(

Let see the second book. Hope I will get some light for this darkness I feel.
Full review soon. Ha!
I give it 3 stars.

Review Gone Girl by Gillian Flynn || Two Broken Pieces


Judul: Gone Girl (Yang Hilang)
Pengarang: Gillian Flynn
Tanggal Terbit: November 2014
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Jumlah halaman: 616
Bahasa: Indonesia
ISBN: 978-602-03-1072-5

Nick Dunne
Istriku menghilang. Tepat pada hari ulang tahun pernikahan kami yang kelima. Ketika pulang hari itu, aku mendapati sisa-sisa pergumulan di ruang duduk. Polisi mencurigaiku. Banyak kejanggalan muncul dari hasil penyelidikan. Parahnya, semua bukti mengarah kepadaku. Apa yang istriku lakukan terhadapku?

Amy Dunne
Dalam buku harian, aku menulis dia mungkin akan membunuhku. Kalau suatu hari aku ditemukan mati... yah, itu bukan lelucon yang lucu. Setahun belakangan aku sudah mempersiapkan diri. Agar suamiku tak macam-macam denganku.

Jadi sesuai dengan hasil undian TBR jar kali ini saya (dipaksa/terpaksa) baca novel berjudul Gone Girl ini. Jujur, novel seperti ini bukan selera saya, fantasy it is. Baiklah, karena rasa penasaran ingin menonton filmnya namun berprinsip harus baca bukunya dulu, maka terjadilah.

Oke, sekali lirik buku ini sungguh mengintimidasi. Covernya terkesan dingin dengan warna biru kehijauan dengan helaian rambut yang rada creepy. Buku ini juga tebal, 616 halaman. Well, sudah lama saya tidak (akan) menyantap hidangan sebesar itu. Sinopsisnya, bisa dibaca sendiri karakter-karakter dalam buku ini bukan orang normal.

Sebelum baca, saya menyiapkan mental kuat-kuat karena insting berkata ini bukan perjalanan yang mudah. Dan benar... membaca bagian pertama dari tiga buku ini sungguh mengerikan. Apa ya kata yang tepat? Sulit sekali membacanya, saya kerap kali harus berhenti dan mengatur pikiran serta jiwa saya untuk bersiap-siap kembali dalam perjalanan berbalut darah tersebut. Ritmenya pelan mendayu-dayu dan dalam prosesnya seperti menorehkan berbagai luka yang berkecamuk dalam pikiran. Ya ampun, saya hampir gila. Sungguh. Memasuki bagian dua dan tiga lebih mudah, ritmenya bertambah cepat dengan dan kita disuguhi berbagai plot twist yang menakjubkan tanpa bersinggungan dengan kewarasan pembaca. Ha!

Dua karakter utama dalam buku ini adalah sepasang suami istri bernama Nick dan Amy. Saya tidak bisa menjabarkan seperti apa mereka karena itu akan menyingkap segala tabir misteri---inti dari cerita ini. Buku ini adalah buku psikologis dimana pikiran kira dipermainkan oleh kata-kata pengarang dalam permainan cinta Nick dan Amy. Permainan cinta yang gila. Sumpah. Sebenarnya siapa yang gila? Siapa yang bersalah? Pembaca akan dibuat bingung harus memihak dan mempercayai aktor yang mana. Siapa yang gila? Saya kira saya yang gila, ehem.

Dari segi cerita, fantastik. Menurut saya Flynn adalah penulis yang handal. Tulisannya menjerat dan karakter-karakternya terasa nyata, bukan palsu dan saya percaya sepenuhnya. Tidak ada waktu untuk curiga akan kefiktifan buku ini. Saya terseret dalam arus sungai Missisipi (pun intended).

Akhir cerita, well sebenarnya saya kurang puas. Keadilan harus selalu ditegakkan--kata saya. Mungkin yang salah akan mendapatkan keadilan nanti--dalam pikiran dan khayalan pembacanya masing-masing. Namun, jika ingin sebuah perjalanan yang sulit, emosi yang pekat, serta pikiran yang berdengung. Ini buat anda!

4 bintang untuk Gone Girl.



Tuesday, March 24, 2015

Master Post | Comic Reading Challenge 2015


Nah, ini biar komik2ku gk merasa di anak tirikan hahaha. Sekalian ngerecap koleksi komik ke GR hahhaa.

Host RC ini adalah Mbak Shen. Berikut syarat dan ketentuannya.

1. Peserta berdomisili di Indonesia (agar memudahkan pengiriman hadiah nantinya).

2. Memulai membaca tanggal 1 Januari 2015 jam 00.00 sampai 31 Desember 2015 jam 23.59. Jika baru tahu challenge ini saat challenge sudah berlangsung, boleh ikut sebelum tanggal 9 September 2015. Digabungkan dengan challenge lain tidak masalah.

3. Memposting challenge ini ke blognya dan link direct ke blog ini serta memasang banner di blogscroll.

4. Di akhir tahun akan diundi siapa yang bisa menyelesaikan challenge ini per kategori. Masing-masing akan mendapatkan hadiah uang tunai 50 ribu yang akan dikirimkan ke rekening masing-masingヽ(*・ω・)ノ (karena kalau mengirimkan paket komik takutnya pada sudah punya komik itu). Pengundian menggunakan random.org dan pengumuman pemenang pada minggu pertama bulan Januari 2016

5. Jenis-jenis kategori dalam challenge ini :
  • Rookie : 18 - 50 komik
  • Ultimate : 51 - 99 komik
  • Supernova : > 100 komik
Dan nanti jika kamu memilih kategori 'Rookie' namun ternyata bisa tembus ke 'Ultimate', silahkan melapor padaku. Namun jika ada yang tidak melapor tapi aku melihat dia telah melewati kategori yang dia ajukan di awal, maka aku akan menggugurkannya. Aku strick soal peraturan sih, haghaghag.

Pelaporan kenaikan kategori ke smeileng18@gmail.com

6. Komik harus yang paperback/Ebook. Membaca di website manga gratis tidak akan dihitung. Setiap postingan harus ada foto komik yang dibaca (paperback) atau screen capture (Ebook).

7. Mencantumkan label Comic Reading Challenge di setiap postingan agar lebih mudah di data.

8. Mengisi formulir Google Sheet dibawah ini sebagai persetujuan bahwa kalian berpartisipasi pada challenge ini

9. Aku berhak mengugurkan peserta yang ketahuan melanggar peraturan challenge ini.

Here we go!

[WRAP UP POST]

Master Post | Indonesian Romance Reading Challenge 2015



Jadi sejalan dengan tema menghabiskan tumpukan buku yang telah lama menunggu untuk dibaca, sekalian deh ikutan RC ini, Indonesian Romance Reading Challenge 2015. Sepertinya nanti isi postinganku akan didominasi oleh novel2 Mira W. hahaa.

Host dari event ini adalah Mbak Syifa. Berikut Syarat dan Ketentuannya.

RULES

1. Indonesian Romance Reading Challenge ini berdurasi selama satu tahun, dimulai dari bulan Januari sampai Desember 2015.

2. Memasang button IRRC 2015 di sidebar blog kalian dan memberikan tautan balik ke link postingan host event.

3. Disarankan membuat master post dan menautbalikkan ke link post host event. Dan pada akhir tantangan, dipersilahkan membuat wrap-up post sebagai rekap hasil bacaan selama setahun ini.

4. Syarat buku bacaan yang dapat diikutkan dalam IRRC 2015 ini adalah:
  • Buku yang dibaca adalah buku fiksi bergenre romance, boleh berupa novel, antologi, kumpulan cerpen, novella, dan sejenisnya; bukan komik dan buku nonfiksi.
  • Buku yang dibaca harus buku karya pengarang Indonesia, bukan buku terjemahan karya pengarang luar negeri.
  • Buku yang dibaca boleh terbitan dari tahun kapan pun, penerbit mana pun, asal masih memiliki nuansa romance di dalamnya.
  • Diperbolehkan re-read atau membaca ulang.
  • Diharuskan menyelesaikan bacaan dan membuat review. Review dapat ditulis di blog (tidak harus blog buku, tapi masih merupakan blog aktif), notes Facebook, atau review Goodreads.
  • Buku-buku yang dibaca boleh digabung dengan reading challenges lain yang teman-teman ikuti.
5. Teman-teman dapat memilih level challenge IRRC 2015 berikut ini :
  • Fling : membaca 1 – 5 buku
  • First Date : membaca 6 – 10 buku
  • Going Steady : membaca 11 – 20 buku
  • Engaged : membaca 21 – 30 buku Married : membaca > 31 buku

Naik level diperbolehkan. Mohon untuk memberitahukan lewat kolom komentar jika teman-teman berencana naik level.

6. Pendaftaran dibuka mulai hari ini, 7 Januari 2015 sampai 30 November 2015. Kalian bisa mendaftarkan diri dengan menuliskan nama dan blog di Mr. Linky yang disediakan di master post host.

Giveaway Indonesian Romance Reading Challenge 2015

1. Di akhir acara, akan dipilih 2 (DUA) orang yang menyelesaikan tantangan dengan jumlah buku bacaan terbanyak. Hadiah yang aku sediakan adalah voucher buku sebesar Rp100.000 (untuk pemenang pertama) dan Rp75.000 (untuk pemenang kedua). Artinya, hadiah hanya berlaku bagi peserta yang berada di wilayah Indonesia saja.

2. Link blog post untuk review akan dibuka tiap dua bulan sekali, link review dari bulan tersebut dapat disetorkan ke link blog post bulanan yang telag dibuat. Giveaway tiap 3 (TIGA) bulan sekali dengan hadiah berupa buku-buku dari rak pribadi host event.

[WRAP UP POST]